JOHANNES CHRYSOSTOMUS
Friday, February 3rd, 2006Bukan anggurnya yang buruk tetapi kemabukan. Orang yang serakah tidak sama dengan orang yang kaya. Orang serakah tidak kaya. Ia menginginkan begitu banyak dan karena ia tidak pernah memilikinya ia tidak akan pernah akan kaya. Orang serakah adalah penjaga kekayaan bukan pemiliknya, dialah seorang budak dan bukan tuan dari harta itu. Sebab, ia merasa lebih baik memberikan sebagian dagingnya sendiri daripada harta yang dipendamnya… Ia tidak sanggup memberi kepada orang lain atau membagi-bagikan kekayaanya kepada orang yang berkekurangan…. Jadi, bagaimana mungkin ia bisa menyebutnya miliknya? Bagaimana ia memilikinya kalau ia tidak bebas mengguanakannya atau menikmatinya?… Kaya tidak berarti memiliki banyak akan tetapi memberi banyak… Marilah kita hiasi jiwa kita lebih dari rumah kita. Bukankah itu suatu kekejian, bahwa kita menutupi dinding-dinding kita dengan marmer, kesia-sian dan untuk hal-hal yang tak berguna-sedangkan Kristus [dalam diri orang miskin] kita biarkan bertelanjang? Keuntungan apa yang engkau dapat dari rumahmu? Apakah anda akan membawanya kalau anda pergi [meninggalkan dunia ini]? Tak mungkin anda membawa rumah itu, tetapi yang pasti jiwa anda harus anda bawa… Kita bangun rumah kita untuk didiami bukan untuk dijadikan pajangan yang ambisius. Barang yang tak anda butuhkan adalah berlebih-lebihan dan tak berguna. Cobalah pakai sepatu yang terlalu besar! Anda tak tahan memakainya, karena hanya akan mengganggu jalanmu. Begitu juga rumah yang lebih besar dari yang diperlukan hanya merupakan hambatan bagimu untuk melangkah maju ke sorga… Engkau seorang pendatang, seorang musafir bagi hal2 yang duniawi. Negrimu di sorga, pindahkan kekayaanmu kesana… Maukah engkau menjadi kaya? Jadikan Allah sebagai sahabatmu dan engkau akan lebih kaya dari siapapun!… Jelaslah bahwa orang kaya adalah justru mereka yang tidak pandang penggunaannya dan mencemoohkan kenikmatannya. Sebab orang yang telah menyisihkan kekayaannya dan memberinya kepada yang miskin telah menggunakannya dengan tepat. Ia tetap pemiliknya kalau ia pergi; miliknya tidak dilucuti dalam kematiannya, bahkan menerima kembali saat itu.